Lewati ke konten
C COUNT FamilyFamily Management System
COUNT FAMILY ยท IBADAH

๐Ÿ•Œ Sholat Learning Center

Belajar memahami, melaksanakan, membaca, berdzikir dan berdoa setelah sholat secara bertahap.

โ† Kembali
PETA SHOLAT

๐Ÿ•Œ Macam-Macam Sholat

Sholat dibedakan berdasarkan hukum, waktu dan sebab pelaksanaannya. Bagian ini membantu pengguna memahami mana yang wajib, sunnah yang sangat dianjurkan, dan sholat sunnah lainnya.

Istilah dan rincian hukum beberapa sholat dapat berbeda menurut mazhab. COUNT memberi kategori pembelajaran umum dan akan menambahkan rincian mazhab pada tahap lanjutan.

๐Ÿ”ด Sholat Fardhu Lima Waktu

Subuh โ€” 2 rakaat
Dikerjakan sejak terbit fajar แนฃฤdiq sampai sebelum matahari terbit.
Zuhur โ€” 4 rakaat
Dikerjakan setelah matahari tergelincir dari tengah langit sampai masuk waktu Asar.
Asar โ€” 4 rakaat
Dikerjakan pada waktu Asar sampai sebelum masuk Magrib; rincian awal waktunya memiliki pembahasan fikih.
Magrib โ€” 3 rakaat
Dikerjakan setelah matahari terbenam sampai masuk waktu Isya.
Isya โ€” 4 rakaat
Dikerjakan setelah masuk waktu Isya sampai sebelum Subuh; waktu utama dan batas pilihan memiliki rincian fikih.

๐ŸŸ  Sholat Fardhu karena keadaan tertentu

Sholat Jumat โ€” 2 rakaat berjamaah
Menggantikan Zuhur bagi orang yang memenuhi kewajibannya, didahului khutbah Jumat. Syarat dan siapa yang wajib memiliki rincian fikih.
Sholat Jenazah
Fardhu kifayah; dilakukan dengan berdiri dan takbir-takbir tanpa rukuk dan sujud. Memiliki tuntunan khusus tersendiri.

๐ŸŸข Sholat Sunnah Rawatib

Sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu, sebelum (qabliyah) atau sesudahnya (ba'diyah). Di antara rawatib yang sangat ditekankan terdapat dua rakaat sebelum Subuh serta rawatib yang mengiringi Zuhur, Magrib dan Isya. Jumlah/rangkaian rawatib memiliki beberapa riwayat sahih.

๐Ÿ•Œ Sholat Sunnah yang Sering Dikerjakan di Masjid

Tahiyyatul Masjid โ€” 2 rakaat
Ketika masuk masjid sebelum duduk. Bila iqamah telah dikumandangkan, dahulukan sholat fardhu berjamaah.
Sunnah Wudhu โ€” 2 rakaat
Dapat dikerjakan setelah menyempurnakan wudhu, termasuk ketika berada di masjid.
Rawatib Qabliyah/Ba'diyah
Dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardhu sesuai tuntunan rawatib.
Sholat Dhuha
Dapat dikerjakan di masjid maupun tempat suci lainnya pada waktu Dhuha.
Qiyamul Lail, Tarawih & Witir
Dapat dikerjakan berjamaah di masjid pada konteks yang disyariatkan, terutama qiyam Ramadan; sholat malam juga sah dilakukan sendiri.
Sholat Id, Gerhana & Istisqa
Termasuk sholat sunnah yang lazim dilaksanakan secara berjamaah; tempat dan rincian hukumnya mempunyai pembahasan fikih tersendiri.

๐ŸŸข Rawatib Sebelum & Sesudah Sholat Fardhu

SubuhQabliyah: 2 rakaat โ€” sangat ditekankanBa'diyah: tidak ada rawatib khusus yang ditetapkan setelah Subuh.
ZuhurQabliyah: terdapat riwayat 2 atau 4 rakaat.Ba'diyah: 2 rakaat; terdapat pula keutamaan menjaga empat rakaat sebelum dan empat sesudah Zuhur.
AsarSebelum Asar: terdapat anjuran 4 rakaat, namun tidak termasuk 12 rakaat rawatib muakkadah yang masyhur.Ba'diyah: tidak ada rawatib khusus setelah Asar.
MagribSebelum Magrib: dua rakaat dianjurkan bagi yang menghendaki sebelum iqamah.Ba'diyah: 2 rakaat rawatib.
IsyaSebelum Isya: termasuk keumuman sholat antara adzan dan iqamah.Ba'diyah: 2 rakaat rawatib.
Rawatib 12 rakaat yang masyhur: 4 sebelum Zuhur, 2 sesudah Zuhur, 2 sesudah Magrib, 2 sesudah Isya dan 2 sebelum Subuh. Terdapat riwayat sahih lain yang menggambarkan sepuluh rakaat; aplikasi menampilkan variasi riwayat dan tidak menganggapnya saling bertentangan.

๐ŸŒ™ Sholat Sunnah Malam

Tahajud / Qiyamul Lail
Sholat malam dua rakaat-dua rakaat. Istilah tahajud sering digunakan untuk sholat malam setelah tidur, sementara qiyamul lail lebih umum.
Witir
Penutup sholat malam dengan jumlah rakaat ganjil. Tata cara dan jumlah rakaat memiliki beberapa bentuk riwayat.
Tarawih
Qiyam Ramadan yang dilaksanakan pada malam-malam Ramadan. Jumlah rakaat dalam praktik umat memiliki variasi yang dikenal.

โ˜€๏ธ Sholat Sunnah Siang & Sebab Tertentu

Dhuha
Dikerjakan pada waktu Dhuha setelah matahari naik hingga sebelum waktu Zuhur.
Tahiyyatul Masjid
Dua rakaat ketika masuk masjid sebelum duduk, selama tidak ada keadaan yang menghalangi.
Istikharah
Dua rakaat dan doa untuk memohon pilihan/kebaikan kepada Allah ketika menghadapi suatu urusan.
Sholat Taubat
Sholat sunnah yang terkait dengan taubat dan memohon ampun kepada Allah.
Sholat Wudhu
Dua rakaat setelah berwudhu; terdapat dasar hadis mengenai keutamaannya.

๐ŸŒฆ๏ธ Sholat terkait peristiwa

Idul Fitri & Idul Adha
Dua rakaat dengan takbir tambahan dan khutbah. Status hukumnya dirinci berbeda oleh mazhab.
Sholat Gerhana (Kusuf/Khusuf)
Dikerjakan ketika terjadi gerhana. Tata caranya khusus dan berbeda dari sholat dua rakaat biasa.
Istisqa
Sholat memohon hujan ketika terjadi kekeringan, dengan tuntunan dan adab khusus.

โœˆ๏ธ Kondisi Perjalanan & Kesulitan

Qashar
Bukan jenis sholat baru, tetapi keringanan meringkas sholat empat rakaat menjadi dua bagi musafir yang memenuhi syarat.
Jamak
Menggabungkan pelaksanaan Zuhur dengan Asar atau Magrib dengan Isya dalam kondisi yang dibenarkan. Syaratnya memiliki rincian fikih.
Sholat dalam kondisi sakit/darurat
Kewajiban sholat tetap dilaksanakan sesuai kemampuan, dengan berbagai keringanan yang diatur dalam fikih.

๐Ÿ“š Tuntunan Macam-Macam Sholat + Status Riwayat

Gerakan dasar mengikuti tuntunan sholat yang sudah tersedia. Di sini ditonjolkan waktu, rakaat, kekhususan dan landasan riwayat. Niat hakikatnya di hati; lafal niat hanya bantuan belajar.

Label: ๐ŸŸข dasar kuat/sahih ยท ๐ŸŸก riwayat perlu konteks ยท ๐Ÿ”ต fikih Syafi'i/penjelasan ulama ยท โšช tidak dipaksakan ada bacaan khusus.

๐Ÿ•‹ Lima Sholat Fardhu

Subuh 2, Zuhur 4, Asar 4, Magrib 3, Isya 4 rakaat. ๐ŸŸข Kewajiban lima sholat sehari-semalam ditegaskan dalam hadis sahih. โšช Tidak ada surah pendek tertentu yang menjadi syarat masing-masing sholat setelah Al-Fatihah.

๐Ÿ•Œ Sholat Jumat

Dua rakaat berjamaah, didahului dua khutbah dan dilaksanakan pada waktu Zuhur dengan syarat Jumat. ๐ŸŸข Dasar kewajiban terdapat dalam QS Al-Jumu'ah:9 dan Sunnah. ๐Ÿ”ต Syarat wajib, sah dan in'iqad mempunyai rincian Syafi'i; jangan menyamakan Jumat dengan sekadar โ€œZuhur dua rakaatโ€.

โšฐ๏ธ Sholat Jenazah

Berdiri dengan empat takbir, tanpa rukuk dan sujud: takbir pertama Al-Fatihah; kedua shalawat; ketiga doa jenazah; keempat doa lalu salam. ๐Ÿ”ต Detail doa, posisi imam, serta jenazah laki-laki/perempuan mengikuti fikih Syafi'i; bacaan berlandaskan riwayat harus dibedakan dari susunan ulama.

๐ŸŒ™ Rawatib

Rawatib mengiringi sholat fardhu. ๐ŸŸข Dua rakaat fajar mempunyai keutamaan dalam Sahih Muslim; rawatib juga memiliki dasar Bukhari-Muslim. ๐ŸŸก Riwayat susunan 10 dan 12 rakaat ditampilkan sebagai jalur/rincian yang berbeda, bukan dipertentangkan.

๐ŸŒŒ Tahajud / Qiyamul Lail

Dikerjakan malam hari; istilah tahajud lazim untuk sholat malam setelah tidur. Lakukan sholat malam sesuai tuntunan dan tutup dengan witir bila belum witir. ๐ŸŸข Praktik qiyam Nabi ๏ทบ mempunyai riwayat sahih. Riwayat Aisyah tentang sebelas rakaat tidak ditampilkan sebagai larangan mutlak terhadap jumlah lain.

โญ Witir

Setelah Isya hingga sebelum Subuh, dengan jumlah ganjil. ๐ŸŸข Bukhari-Muslim memuat anjuran menjadikan witir akhir sholat malam. ๐Ÿ”ต Syafi'i menilainya sunnah muakkadah; Hanafi mempunyai rincian hukum berbeda. Cara fashal/washal dijelaskan sebagai variasi fikih.

๐ŸŒ™ Tarawih

Dilaksanakan malam Ramadhan setelah Isya. ๐ŸŸข Keutamaan qiyam Ramadhan memiliki dasar hadis sahih. ๐ŸŸก Jumlah rakaat dan praktik berjamaah dibahas dengan konteks hadis, praktik sahabat dan fikih; aplikasi tidak menyatakan satu jumlah sebagai satu-satunya bentuk sah.

โ˜€๏ธ Dhuha

Setelah matahari naik hingga sebelum zawal; minimal dua rakaat. ๐ŸŸข Dhuha memiliki dasar hadis sahih, termasuk wasiat kepada Abu Hurairah. โšช Tidak ada surah tertentu yang dijadikan syarat sah Dhuha.

๐Ÿ  Tahiyyatul Masjid

Dua rakaat saat masuk masjid sebelum duduk bila tidak ada penghalang fikih. ๐ŸŸข Dasarnya hadis sahih Bukhari-Muslim.

๐Ÿงญ Istikharah

Dua rakaat selain fardhu lalu doa istikharah untuk pilihan perkara yang mubah. ๐ŸŸข Hadis Jabir dalam Sahih Bukhari menjadi landasan utama. Istikharah bukan untuk memilih apakah kewajiban dikerjakan atau larangan dilanggar.

๐Ÿคฒ Sholat Taubat

Bertaubat, bersuci, dua rakaat lalu beristighfar. ๐ŸŸก Ada riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi mengenai hal ini; status sumber ditampilkan tersendiri. Sholat taubat tidak menggugurkan kewajiban mengembalikan hak manusia.

๐Ÿ’ง Sunnah Wudhu

Dua rakaat setelah bersuci. ๐ŸŸข Kisah Bilal tentang sholat setelah bersuci mempunyai dasar hadis sahih Bukhari-Muslim. โšช Tidak dibuat surah khusus sebagai syarat.

๐ŸŽ‰ Idul Fitri & Idul Adha

Dua rakaat dengan takbir tambahan dan khutbah setelah sholat. ๐ŸŸข Praktik Sholat Id memiliki dasar Sunnah. ๐Ÿ”ต Jumlah takbir tambahan dan detail teknis mempunyai rincian mazhab sehingga ditampilkan sebagai fikih, bukan satu-satunya redaksi hadis.

๐ŸŒ˜ Gerhana

Dua rakaat dengan dua berdiri/qiraah dan dua rukuk pada setiap rakaat, lalu sujud. ๐ŸŸข Tata cara pokok gerhana mempunyai dasar kuat dalam Bukhari-Muslim; tidak disederhanakan menjadi dua rakaat biasa.

๐ŸŒง๏ธ Istisqa

Sholat memohon hujan ketika kekeringan, disertai istighfar, doa dan khutbah. ๐ŸŸข Praktik Nabi ๏ทบ mempunyai riwayat sahih. ๐Ÿ”ต Detail khutbah dan pembalikan selendang diberi konteks fikih, bukan disebut rukun sholat.

๐Ÿงณ Jamak & Qashar

Qashar meringkas Zuhur, Asar dan Isya dari empat menjadi dua ketika syarat safar terpenuhi. Jamak menggabungkan Zuhur-Asar atau Magrib-Isya menurut sebab/syaratnya. ๐Ÿ”ต Ini rukhsah, bukan jenis sholat baru. Subuh tidak diqashar/dijamak; Magrib tidak diqashar.

โ™ฟ Sholat Orang Sakit / Darurat

Kerjakan sesuai kemampuan: berdiri; bila tidak mampu duduk; bila tidak mampu berbaring sesuai ketentuan. ๐ŸŸข Hadis Imran bin Husain dalam Sahih Bukhari menjadi landasan penting. Rukhsah tidak berarti otomatis menggugurkan kewajiban sholat.

๐Ÿ”Ž Standar Riwayat COUNT

๐ŸŸข sumber kuat dapat ditunjukkan ยท ๐ŸŸก riwayat ada tetapi perlu konteks kualitas/penerapan ยท ๐Ÿ”ต penjelasan fikih/mazhab, bukan teks hadis ยท โšช aplikasi tidak menciptakan doa/surah khusus sebagai syarat. Rujukan tahap ini: NU Online dan Hadits NU.

๐Ÿ“˜ Panduan Praktik: Dari Niat Sampai Salam

Pilih jenis sholat di bawah. Untuk sholat sunnah yang gerakannya sama, urutan dasarnya: niat dalam hati โ†’ takbiratul ihram โ†’ doa iftitah (sunnah) โ†’ Al-Fatihah โ†’ surah/ayat โ†’ rukuk โ†’ i'tidal โ†’ sujud โ†’ duduk antara dua sujud โ†’ sujud โ†’ rakaat berikutnya โ†’ tasyahud โ†’ salam. Bacaan gerakan mengikuti menu Bacaan Sholat yang sudah ada, sehingga tidak dibuat redaksi baru tanpa sumber.

Catatan niat: lafal โ€œushalli...โ€ yang ditampilkan adalah bantuan belajar fikih, bukan hadis yang dinisbatkan kepada Nabi ๏ทบ. Niat tempatnya di hati.

๐Ÿ•‹ Sholat Fardhu โ€” Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya

Niat: tentukan sholat yang dikerjakan di dalam hati ketika takbiratul ihram. Rakaat: Subuh 2; Zuhur 4; Asar 4; Magrib 3; Isya 4.

Pelaksanaan: rakaat 1โ€“2 mengikuti urutan dasar; pada rakaat kedua duduk tasyahud. Subuh selesai dengan tasyahud akhir dan salam; Magrib berdiri ke rakaat 3 lalu tasyahud akhir; sholat empat rakaat berdiri ke rakaat 3โ€“4 kemudian tasyahud akhir dan salam.

๐ŸŸข Riwayat: kewajiban lima sholat mempunyai banyak hadis sahih. Bacaan gerakan pada menu Bacaan Sholat harus tetap dirujuk per hadisnya, bukan dianggap satu hadis tunggal.

โšฐ๏ธ Sholat Jenazah

Niat hati: sholat atas jenazah karena Allah. Lafal fikih yang umum: ุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูฐุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชู ููŽุฑู’ุถู‹ุง ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ (jenazah laki-laki).

  1. Takbir pertama โ†’ Al-Fatihah.
  2. Takbir kedua โ†’ shalawat kepada Nabi ๏ทบ; bentuk Ibrahimiyah dapat digunakan.
  3. Takbir ketiga โ†’ doa untuk jenazah.
  4. Takbir keempat โ†’ doa, kemudian salam.
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽุงููู‡ู ูˆูŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู’ู‡ู

Arti ringkas: Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, berilah keselamatan dan maafkanlah dia.

๐ŸŸข Perawi: doa panjang jenazah dengan pembukaan ini diriwayatkan dari sahabat โ€˜Auf bin Malik; terdapat dalam Sahih Muslim. ๐Ÿ”ต Susunan rukun dan lafal niat dijelaskan dalam fikih Syafi'i; lafal niat bukan hadis. Tidak ada rukuk dan sujud.

๐Ÿงญ Sholat Istikharah

Niat hati: sholat sunnah istikharah dua rakaat. Lafal belajar: ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠู’ ุณูู†ู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุงูุณู’ุชูุฎูŽุงุฑูŽุฉู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Tata cara: dua rakaat seperti sholat sunnah biasa โ†’ salam โ†’ membaca doa istikharah dan menyebut urusan yang dimohonkan pilihan baiknya.

๐ŸŸข Perawi: Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah ๏ทบ mengajarkan istikharah kepada para sahabat sebagaimana mengajarkan surah Al-Qur'an; riwayat Imam al-Bukhari. Doa istikharah yang lengkap mengikuti hadis Jabir, bukan doa buatan aplikasi.

โ˜€๏ธ Sholat Dhuha

Niat hati: sholat sunnah Dhuha. Mulai setelah matahari naik sampai sebelum zawal; dua rakaat sebagai bentuk minimal, dikerjakan seperti sholat sunnah biasa.

๐ŸŸข Perawi: Abu Hurairah meriwayatkan wasiat Nabi ๏ทบ yang mencakup dua rakaat Dhuha (Bukhari-Muslim). NU Online juga mengutip riwayat Abu Hurairah tentang โ€œshalat al-awwabinโ€ dari al-Hakim. โšช Surah tertentu tidak dijadikan syarat sah.

๐ŸŒŒ Tahajud / Qiyamul Lail

Niat hati: sholat malam karena Allah. Kerjakan dua rakaat-dua rakaat; salam setiap dua rakaat merupakan cara yang berdasar riwayat. Bila belum witir, dapat ditutup dengan witir.

๐ŸŸข Perawi: hadis โ€œshalat malam dua-duaโ€ diriwayatkan dari Abdullah bin Umar dalam Bukhari-Muslim. Gambaran qiyam Nabi ๏ทบ sebelas rakaat diriwayatkan Aisyah dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Riwayat ini tidak ditulis sebagai batas mutlak seluruh qiyam.

โญ Sholat Witir

Niat hati: sholat sunnah Witir. Waktu setelah Isya hingga fajar. Dikerjakan dengan jumlah ganjil; cara satu, tiga atau lebih mempunyai rincian fikih. Untuk tiga rakaat, aplikasi mengikuti pilihan tata cara Syafi'i yang dijelaskan sumber, bukan mencampurkan semua mazhab.

๐ŸŸข Riwayat: anjuran menjadikan witir sebagai akhir sholat malam terdapat dalam Bukhari-Muslim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar. ๐Ÿ”ต Syafi'iyah menilainya sunnah muakkadah; terdapat perbedaan dengan Hanafiyah.

๐ŸŒ™ Tarawih

Niat hati: sholat sunnah Tarawih. Dilaksanakan setelah Isya pada malam Ramadhan. Dalam praktik Syafi'i/NU dilakukan dua rakaat lalu salam, diteruskan sesuai jumlah yang diikuti, kemudian Witir.

๐ŸŸข Riwayat: keutamaan qiyam Ramadhan diriwayatkan antara lain dari Abu Hurairah dalam Bukhari-Muslim. ๐ŸŸก Jumlah rakaat perlu dibedakan antara riwayat qiyam Nabi ๏ทบ dan praktik berjamaah pada masa sahabat; aplikasi tidak menyebut satu jumlah sebagai satu-satunya yang sah.

๐ŸŒ™ Rawatib Qabliyah/Ba'diyah

Niat hati: tentukan qabliyah/ba'diyah sholat fardhu terkait. Kerjakan dua rakaat seperti sholat sunnah biasa; beberapa rawatib mempunyai rincian empat rakaat.

๐ŸŸข Perawi: Ibnu Umar meriwayatkan rangkaian rawatib yang beliau hafal dari Nabi ๏ทบ dalam Bukhari-Muslim. Riwayat dua belas rakaat juga datang melalui Ummu Habibah dalam Sahih Muslim. Karena jalur dan rincian berbeda, aplikasi tidak mencampurnya menjadi satu hadis.

๐Ÿ  Tahiyyatul Masjid

Niat hati: sholat sunnah Tahiyyatul Masjid dua rakaat. Masuk masjid โ†’ sebelum duduk kerjakan dua rakaat seperti sholat sunnah biasa โ†’ salam.

๐ŸŸข Perawi: Abu Qatadah al-Anshari meriwayatkan perintah sholat dua rakaat sebelum duduk; terdapat dalam Bukhari-Muslim.

๐Ÿคฒ Sholat Taubat

Niat hati: sholat sunnah taubat. Bersuci dengan baik โ†’ dua rakaat โ†’ salam โ†’ istighfar dan taubat sungguh-sungguh. Bila berkaitan dengan hak manusia, hak tersebut tetap harus diselesaikan.

๐ŸŸก Perawi: riwayat mengenai seseorang berbuat dosa, bersuci, sholat dua rakaat lalu memohon ampun datang melalui Abu Bakr ash-Shiddiq dari Nabi ๏ทบ, diriwayatkan Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Status hadis perlu ditampilkan bersama sumbernya, tidak disetarakan otomatis dengan riwayat Bukhari-Muslim.

๐Ÿ’ง Sholat Sunnah Setelah Wudhu

Niat hati: sholat sunnah setelah wudhu. Setelah bersuci, lakukan dua rakaat dengan khusyuk lalu salam.

๐ŸŸข Perawi/kisah: Nabi ๏ทบ bertanya kepada Bilal bin Rabah tentang amal yang paling diharapkannya; Bilal menyebut bahwa setiap selesai bersuci ia sholat sesuai yang ditakdirkan baginya. Kisah ini terdapat dalam Bukhari-Muslim. โšช Tidak dibuat surah khusus sebagai syarat.

๐ŸŽ‰ Sholat Idul Fitri / Idul Adha

Niat hati: sholat sunnah Id dua rakaat sebagai imam/makmum sesuai keadaan. Takbiratul ihram โ†’ takbir tambahan โ†’ Al-Fatihah dan bacaan โ†’ rukuk/sujud โ†’ rakaat kedua dengan takbir tambahan โ†’ lanjut seperti biasa โ†’ tasyahud โ†’ salam โ†’ khutbah.

๐Ÿ”ต Syafi'i: hitungan takbir tambahan yang dipakai dalam panduan mengikuti fikih Syafi'i. ๐ŸŸก Riwayat jumlah takbir mempunyai jalur dan pembahasan kualitas; karena itu label fikih dan hadis dipisahkan, tidak dibuat seolah semua mazhab sama.

๐ŸŒ˜ Sholat Gerhana

Niat hati: sholat sunnah gerhana dua rakaat. Setiap rakaat mempunyai dua kali berdiri/qiraah dan dua rukuk. Rakaat 1: takbir โ†’ Al-Fatihah/bacaan โ†’ rukuk โ†’ berdiri lagi โ†’ Al-Fatihah/bacaan โ†’ rukuk kedua โ†’ i'tidal โ†’ dua sujud. Rakaat 2 mengulang pola tersebut โ†’ tasyahud โ†’ salam. Setelahnya nasihat/khutbah.

๐ŸŸข Perawi: tata cara gerhana dengan dua rukuk dalam setiap rakaat diriwayatkan antara lain oleh Aisyah dalam Bukhari-Muslim. Ini sebabnya gerhana tidak disederhanakan menjadi dua rakaat biasa.

๐ŸŒง๏ธ Sholat Istisqa

Niat hati: sholat sunnah Istisqa dua rakaat. Dalam tuntunan Syafi'i, pola takbir tambahannya menyerupai Id; setelah sholat dilakukan khutbah, memperbanyak istighfar dan doa memohon hujan.

๐ŸŸข Riwayat: praktik Nabi ๏ทบ keluar untuk istisqa, sholat dan menghadap kiblat memiliki riwayat sahih, termasuk melalui Abdullah bin Zaid. ๐Ÿ”ต Hitungan istighfar khutbah dan rincian takbir yang dipakai NU bersumber dari penjelasan fuqaha Syafi'i; jangan diberi label sebagai satu teks hadis sahih.

๐Ÿงณ Jamak & Qashar

Qashar: niat qashar ketika takbir; Zuhur/Asar/Isya menjadi dua rakaat bila seluruh syarat safar terpenuhi. Jamak: Zuhur-Asar atau Magrib-Isya dilakukan pada waktu pertama (taqdim) atau kedua (ta'khir) sesuai syaratnya. Subuh tidak dijamak atau diqashar; Magrib tidak diqashar.

๐ŸŸข Al-Qur'an memberi dasar rukhsah qashar (An-Nisa:101), dan Sunnah menerangkan praktik safar Nabi ๏ทบ. ๐Ÿ”ต Jarak, tujuan perjalanan, niat, urutan, kesinambungan dan status imam/makmum mempunyai rincian Syafi'i; karena itu halaman ini harus dipakai bersama syarat fikih, bukan hanya membaca lafal niat.

โ™ฟ Sholat Orang Sakit

Niat: tetap niat sholat fardhu/sunnah yang sedang dikerjakan. Berdiri bila mampu โ†’ bila tidak mampu duduk โ†’ bila tidak mampu berbaring sesuai kemampuan dan ketentuan. Rukuk/sujud dilakukan semampunya dengan menjaga perbedaan posisi/isyarat sesuai fikih ketika gerakan normal tidak mampu.

๐ŸŸข Perawi: Imran bin Husain meriwayatkan arahan Nabi ๏ทบ: sholat berdiri; jika tidak mampu maka duduk; jika tidak mampu maka berbaring. Riwayat Sahih Bukhari. ๐Ÿ”ต Detail arah berbaring dan isyarat dijelaskan dalam fikih.

โš–๏ธ Cara Membaca Keterangan Perawi

Perawi sahabat adalah sahabat yang menukil hadis dari Nabi ๏ทบ; kitab hadis adalah tempat riwayat dibukukan (mis. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi). Keterangan โ€œfikih Syafi'iโ€ bukan nama perawi. COUNT Ibadah sengaja memisahkan ketiganya agar pengguna tidak menganggap setiap lafal niat atau susunan ulama sebagai sabda Nabi ๏ทบ.

๐Ÿคฒ Petunjuk Doa pada Macam-Macam Sholat

Doa ditempatkan sesuai sumbernya. Doa yang berasal dari hadis diberi perawi dan kitab; doa yang diajarkan ulama diberi nama kitab/ulama dan tidak disebut sebagai sabda Nabi ๏ทบ. Doa setelah sholat sunnah bukan rukun sholat.

๐Ÿงญ Doa Istikharah โ€” Hadis Jabir

Kapan: setelah dua rakaat Istikharah. Saat sampai bagian โ€œperkara iniโ€, hadirkan/sebutkan pilihan yang sedang dimohonkan.

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุชูŽุฎููŠุฑููƒูŽ ุจูุนูู„ู’ู…ููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูุฑููƒูŽ ุจูู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽู‚ู’ุฏูุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุฏูุฑูุŒ ูˆูŽุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุนูŽู„ู‘ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุบููŠููˆุจู. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ููŠ ูููŠ ุฏููŠู†ููŠ ูˆูŽู…ูŽุนูŽุงุดููŠ ูˆูŽุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑู’ู‡ู ู„ููŠ ูˆูŽูŠูŽุณู‘ูุฑู’ู‡ู ู„ููŠ ุซูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ููŠ ูููŠู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุดูŽุฑู‘ูŒ ู„ููŠ ูููŠ ุฏููŠู†ููŠ ูˆูŽู…ูŽุนูŽุงุดููŠ ูˆูŽุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ููŽุงุตู’ุฑููู’ู‡ู ุนูŽู†ู‘ููŠ ูˆูŽุงุตู’ุฑููู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู‚ู’ุฏูุฑู’ ู„ููŠูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุญูŽูŠู’ุซู ูƒูŽุงู†ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฑู’ุถูู†ููŠ ุจูู‡ู

Petunjuk arti: memohon pilihan berdasarkan ilmu Allah, kemampuan berdasarkan kuasa-Nya, kemudahan dan keberkahan bila perkara itu baik; serta dipalingkan darinya bila buruk, lalu diberi kebaikan dan kerelaan.

๐ŸŸข Status: doa Istikharah berasal dari hadis Jabir bin Abdullah, diriwayatkan Imam al-Bukhari. Ini berbeda dari sekadar doa susunan ulama.

โ˜€๏ธ Doa Setelah Dhuha โ€” Tradisi Fikih Syafi'i

Kapan: sesudah salam. Ini doa yang populer dalam kitab-kitab fikih Syafi'i, bukan doa khusus Dhuha yang aplikasi nisbatkan sebagai hadis sahih Nabi ๏ทบ.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุถู‘ูุญูŽุงุกูŽ ุถูุญูŽุงุคููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‡ูŽุงุกูŽ ุจูŽู‡ูŽุงุคููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽู…ูŽุงู„ููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุตู’ู…ูŽุฉูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุชููƒูŽุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูุฒู’ู‚ููŠ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูู„ู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ููŽุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุนู’ุณูุฑู‹ุง ููŽูŠูŽุณู‘ูุฑู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ููŽุทูŽู‡ู‘ูุฑู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง ููŽู‚ูŽุฑู‘ูุจู’ู‡ู ุจูุญูŽู‚ู‘ู ุถูุญูŽุงุฆููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู‡ูŽุงุฆููƒูŽ ูˆูŽุฌูŽู…ูŽุงู„ููƒูŽ ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒูŽุŒ ุขุชูู†ููŠ ู…ูŽุง ุขุชูŽูŠู’ุชูŽ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ

Petunjuk arti: memuji keagungan dan kekuasaan Allah, lalu memohon rezeki yang baik, halal, mudah dan dekat serta karunia sebagaimana kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.

๐Ÿ”ต Sumber: NU Online menisbatkan doa ini kepada kitab-kitab fikih Syafi'i seperti I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj dan Hasyiyatul Jamal. Jadi labelnya doa yang diajarkan ulama, bukan โ€œHR ...โ€.

โšฐ๏ธ Doa untuk Jenazah

Kapan: setelah takbir ketiga.

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽุงููู‡ู ูˆูŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุฑูู…ู’ ู†ูุฒูู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูˆูŽุณู‘ูุนู’ ู…ูุฏู’ุฎูŽู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุงุบู’ุณูู„ู’ู‡ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽู„ู’ุฌู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุฏูุŒ ูˆูŽู†ูŽู‚ู‘ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ู†ูŽู‚ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู†ูŽุณู

Petunjuk arti: memohon ampun, rahmat, keselamatan, kemuliaan tempat kembali dan penyucian dosa bagi jenazah.

๐ŸŸข Perawi: โ€˜Auf bin Malik; doa ini terdapat dalam Sahih Muslim. Untuk jenazah perempuan, dhamir disesuaikan menurut tata bahasa Arab.

๐ŸŒง๏ธ Doa Istisqa

Petunjuk: sesudah sholat dan dalam khutbah, perbanyak istighfar dan doa meminta hujan. Salah satu doa ringkas yang memiliki dasar hadis adalah:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุบูุซู’ู†ูŽุงุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุบูุซู’ู†ูŽุงุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุบูุซู’ู†ูŽุง
Allฤhumma aghitsnฤ, Allฤhumma aghitsnฤ, Allฤhumma aghitsnฤ.

Arti: Ya Allah, turunkanlah pertolongan/hujan kepada kami.

๐ŸŸข Status: permohonan hujan dengan redaksi ini terdapat dalam riwayat sahih tentang istisqa. Tata khutbah dan rangkaian doa yang lebih panjang mempunyai rincian fikih.

๐Ÿคฒ Setelah Sholat Taubat

Petunjuk: setelah dua rakaat, lakukan taubat: menyesali dosa, meninggalkannya, bertekad tidak mengulangi, lalu memperbanyak istighfar. Tidak perlu menganggap ada satu doa panjang tertentu sebagai syarat sah Sholat Taubat.

ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆุจู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู
Astaghfirullฤha wa atลซbu ilaih.

Arti: Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.

๐ŸŸก Status: inti Sholat Taubat memiliki riwayat Abu Bakr ash-Shiddiq dalam Abu Dawud/at-Tirmidzi. Bila dosa menyangkut hak manusia, doa dan sholat tidak menggantikan kewajiban menyelesaikan hak tersebut.

๐ŸŒŒ Tahajud / Qiyamul Lail

Petunjuk: tidak perlu menetapkan satu doa buatan sebagai โ€œdoa wajib Tahajudโ€. Setelah salam, berdoalah untuk kebutuhan dunia-akhirat. Dalam riwayat sahih terdapat doa Nabi ๏ทบ ketika qiyam malam yang diawali pujian kepada Allah sebagai Rabb langit dan bumi; doa tersebut akan ditempatkan sebagai doa qiyam berdasarkan hadis, bukan syarat sah Tahajud.

๐ŸŸข Riwayat: doa qiyam malam dikenal melalui riwayat Ibnu Abbas dalam Bukhari-Muslim.

โญ Witir & Qunut Witir

Petunjuk: doa setelah Witir dan qunut Witir harus dibedakan. Qunut Witir memiliki rincian waktu dan mazhab. Dalam Syafi'i terdapat praktik qunut pada Witir separuh akhir Ramadhan. Bacaan yang berasal dari hadis Hasan bin Ali akan diberi label riwayat, sedangkan tambahan liturgis diberi label fikih.

๐ŸŸก Bagian ini sengaja tidak mencampurkan qunut Subuh, qunut Nazilah dan qunut Witir sebagai satu doa yang sama.

๐Ÿงญ Prinsip Praktis

Istikharah: doa hadisnya memang bagian penting tuntunan. Dhuha: doa โ€œAllahumma innad-dhuha...โ€ boleh ditampilkan sebagai doa ulama Syafi'iyah, tetapi tidak diberi perawi hadis. Jenazah: doa โ€˜Auf bin Malik diberi perawi dan Sahih Muslim. Untuk sholat lain, bila tidak ada doa khusus yang kuat, pengguna diarahkan berdoa secara umum daripada aplikasi menciptakan hubungan riwayat yang tidak ada.